KESEMPURNAAN

Seremonia
2 min readJun 15, 2023

--

Photo by Nick Fewings on Unsplash

Sempurna itu berfungsi seutuhnya tanpa cacat, atau kalau tak berfungsi seutuhnya, maka paling tidak menjadi yang terbaik dibandingkan lainnya, atau kalau tidak bisa menjadi yang terbaik, maka mampu menuntaskan sesuai sebagaimana seharusnya.

Manusia tidak berfungsi seutuhnya tanpa cacat. Manusia ada cacatnya.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

"... sambil mereka berkata, "Ya Tuhan kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami; sungguh, Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.""
(QS. At-Tahrim 66: Ayat 8)

Manusia adalah sebaik-baiknya ciptaan. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: "Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya,"
(QS. At-Tin 95: Ayat 4)

Atau kesempurnaan manusia diraih ketika manusia mampu menuntaskan hak & tanggung-jawabnya sebagaimana seharusnya ...

  • 👉 Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: "Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat, lalu dia melaksanakannya dengan sempurna.
  • 👉 Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: "Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu merugikan orang lain;"
    (QS. Asy-Syu'ara' 26: Ayat 181)

Jadi kesempurnaan manusia harus dipandang dalam konteks.

Sedangkan kesempurnaan Tuhan dalam segala konteks kejadian. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: "Dan engkau akan melihat gunung-gunung, yang engkau kira tetap di tempatnya, padahal ia berjalan (seperti) awan berjalan. (Itulah) ciptaan Allah yang mencipta dengan sempurna segala sesuatu. Sungguh, Dia Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."
(QS. An-Naml 27: Ayat 88)

--

--

Seremonia
Seremonia

No responses yet